Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita sedarah

Featured Post

Alkisah

Gambar
Kisah nyata Yuli, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Yuli sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat. Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Yuli pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Yuli karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Yuli tentang cinta.. Suatu siang, Yuli sedang mengasuh anaknya di depan ru...

Kekasih

Gambar
Kekasih Temanku Nan Cantik Aku punya teman kuliah sebut saja namanya Reza, sekalipun beda jurusan tetapi kami sering banget jalan bareng walau hanya sekedar cari makan malam-malam. Reza berkost di tempat yang agak dekat dari kampus, jauh dari kost ku. Laki-laki berbadan sedikit kurus tapi tinggi ini mempunyai seorang cewek jurusan Psikologi sebut saja namanya Veti.  Veti ini cukup akrab denganku, mengingat kami sering bertemu baik di kafe kampus maupun di kost Reza. Veti adalah seorang gadis yang cukup periang dan aktif, diluar itu dia seorang gadis yang cukup menawan. Dengan kulitnya yang putih dan rambut panjang lurusnya dipadukan dengan tinggi badan dan bentuk body yang aduhai, dia bisa dikategorikan sebagai salah satu bintang di fakultasnya.  Soal umur sih dia masih berumur 20 tahun. “Hai Vet!”sapaku saat bertemu dengannya di kost Reza. Maklum aku sering main ketempat cowoknya pas malam. “Eh, hai Di! Lho Reza mana?”tanyanya. Saat itu memang Reza sedang pergi untuk menca...

Pantasi

Gambar
ari ini merupakan hari kelulusan bagi para siswa SMU se-Jawa Tengah. Hal ini juga berlaku bagi Lina, adik Anyssa kekasihku. Dara cantik ini akhirnya memutuskan untuk kuliah di Jogja dengan alasan bahwa kakaknya berada di Jogja sehingga dia mempunyai teman.selama masih dalam tahap penyesuaian dengan lingkungan barunya. Lina telah diterima di sebuah universitas terkenal di Jogja yang terkenal dengan jurusan Farmasi-nya sebelum dia lulus karena memang prestasi sekolahnya sangat bagus dengan ranking 1 tiap semester di kelasnya apalagi SMU tempat dimana di bersekolah adalah favorit bagi para orang tua karena telah banyak menuai lulusan berbakat dan berkualitas di kota S. Bahkan sudah 8x mengirimkan kandidat untuk olimpiade matematika dan fisika tingkat nasional dan intenasional walaupun Lina bukan salah satu diantaranya. Belum lagi dengan hasil tes masuk universitas yang menyatakan bahwa pointnya jauh diatas batas minimum. Well, enough about that. Cerita ini bermula dengan background dar...

Tukang sampah menang banyak

Gambar
Cerita Dewasa – Kisah Citra – Tukang Sampah – Suatu hari aku bangun pagi sekali, hari itu aku kuliah siang jam sebelas sementara jam di kamarku masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Maunya sih tidur lagi, tapi kantukku sudah hilang dan tidak bisa tidur lagi, mungkin gara-gara kemarin aku tidur terlalu awal, kira-kira setengah delapan malam. Ini adalah hari kedua aku sendirian di rumah, orang tuaku selalu sibuk, Papa sedang mengurus bisnis di Malaysia ditemani mamaku yang kebetulan juga mau berobat di sana, sedangkan pembantuku satu-satunya juga sedang pulang kampung sejak lima hari yang lalu karena saudaranya meninggal. Janjinya sih sore ini dia akan kembali, yah kuharap begitulah karena aku capek sekali selama tiga hari ini harus mengurus makan dan beres-beres sendiri. Aku pun turun ke bawah tanpa mengenakan apapun (ya, telanjang, sudah menjadi kebiasaanku bila di rumah tidak ada siapa-siapa aku selalu tak berbusana di rumah, rasanya nyaman dan sehat, bisa membuat darah meng...

Jilbab part 7

Gambar
Part 7 “Makanya nikah…..banyak ikhwan yang mau sama anti kok, atau mau mbak carikan” Rif’ah hanya tertawa dan segera masuk ke kamarnya kembali.Tak berapa lama kemudian Rif’ah keluar kamar dengan jilbab lebar dan jubah panjangnya. Akhwat ini segera pergi ke dapur ketika di dengarnya Ummu Nida sibuk di dapur.Ummu Nida tersenyum melihat Rif’ah muncul di dapur. “Memang semalam mimpi apa kok sampai basah segala?” todong Ummu Nida membuat Rif’ah tergagap. “Ah mbak ini….mbak juga pagi-pagi dah mandi” ujar Rif’ah balik menggoda melihat rambut panjang yang dimiliki Ummu Nida tampak basah. Ummu Nida yang tengah menggoreng telur itu tertawa mendengarnya. “Wajar dong dik…namanya juga wanita bersuami..anti tahu apa masalah itu” Rif’ah memandang sekujur tubuh Ummu Nida yang berbalut daster warna hijau nampak kontras dengan kulitnya yang kuning langsat. Rif’ah teringat kembali tubuh bugil Ummu Nida yang dilihatnya semalam. Tubuh ummahat separuh baya yang berkulit kuning langsat memang montok dan meng...

Jilbab part 6

Gambar
Part 6 “Aku belum keluar, sayang” desis Abu Nida yang disambut dengan senyuman lemah istrinya. Rif’ah melihat cukup jelas cairan kenikmatan Ummu Nida keluar dari liang kemaluan yang masih dimasuki kontol suaminya. (Buat Dirimu Perkasa Dan TAHAN LAMA dengan menggunakan minyak oles tahan lama Al Fiah Original https://tokopedia.link/1Gw1y5Sdfhb di toko RAMUAN_CINTA Rp94.900) “Tuntasin aja bi,” desis Ummu Nida kelelahan. Tubuh lemas Ummu Nida kemudian kembali terguncang-guncang oleh gerakan kontol suaminya. Cukup lama tubuh montok ummu Nida terguncang-guncang sebelum akhirnya suami Ummu Nida menggeram lantas memeluk istrinya erat. Laki-laki bertubuh kurus namun berkontol besar itu membenamkan kontolnya dalam-dalam. Tubuh Ummu Nida tersentak ketika suaminya juga mengeluarkan mani dengan bergelombang di dasar kemaluannya. Ummhat inipun balas memeluk suaminya dengan erat. Kamar yang semula riuh oleh bunyi beradunya dua tubuh yang bersenggama mendadak sunyi. Hanya terdengar dengus nafas keduan...

Jilbab part 5

Gambar
Part 5 Melalui lubang kunci tersebut, suasana kamar Ummu Nida terlihat jelas terutama ranjang tempat tidur Ummu Nida dan suaminya. Di ranjang tersebut, Rif’ah melihat Ummu Nida dan suaminya telanjang bulat tanpa selembar pakaianpun menutupi tubuh mereka berdua. Rif’ah sempat tertegun melihat Ummu Nida dalam keadan telanjang bulat seperti itu. Tubuh ummahat berkulit kuning langsat yang telah beranak tiga tersebut ternyata masih kencang dan terlihat montok dengan sepasang buah dada besar yang menggelayut di dadanya. ( Buat Payudaramu besar dan kencang biar lebih pede, https://tokopedia.link/9LDIAsAcfhb ) Kemaluan Ummu Nida juga nampak bersih dari bulu-bulu kemaluan seperti kemaluan Rif’ah, hanya bedanya bibir kemaluan Ummu Nida telah menggelambir kehitam-hitaman sementara bibir kemaluan Rif’ah terlihat rapat dengan warna kemerah-merahan. Ummu Nida terlihat bernafsu menciumi sekujur tubuh suaminya hingga akhirnya terhenti di bagian kontol Abu Nida. Tubuh Rif’ah gemetar ketika matanya meli...

Jilbab part 4

Gambar
Part 4 “Makasih mbak,” kata Rif’ah. Malam harinya, Ummu Nida terkejut luar biasa mendengar penuturan Rif’ah mengenai hubungannya dengan Faizah, namun Rif’ah tidak menceritakan kalau dia juga menikmati hubungan sesama jenis tersebut. Wajah Ummu Nida merah padam mendengar penuturan Rif’ah yang menuturkan sambil terisak. “Rif’ah menyesal mbak, tapi Faizah terus mengancam dan menekan. Rif’ah tidak berani.” “Kalau begitu Faizah harus keluar dari kost akhwat tersebut, dia berbahaya buat akhwat lainnya. Baru sabuk hijau saja sudah banyak tingkah,” ujar Ummu Nida tampak geram. Rif’ah memang mendengar kalau Ummu Nida sebelum menjadi akhwat adalah mantan atlit karateka propinsi dan sudah sampai sabuk hitam, tapi dia tidak mengerti masalah sabuksabuk tersebut sehingga dia tidak tahu maksud ucapan Ummu Nida. “Sekarang dik Rif’ah istirahat dulu aja, nggak apa-apa. Biar mbak yang bereskan Faizah itu,” desis Ummu Nida dengan nada perintah. Mendengar ucapan Ummu Nida itu, Rif’ah pun segera pamit ke ka...