Featured Post

Alkisah

Gambar
Kisah nyata Yuli, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Yuli sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat. Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Yuli pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Yuli karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Yuli tentang cinta.. Suatu siang, Yuli sedang mengasuh anaknya di depan ru...

Jilbab part 6

Part 6 “Aku belum keluar, sayang” desis Abu Nida yang disambut dengan senyuman lemah istrinya. Rif’ah melihat cukup jelas cairan kenikmatan Ummu Nida keluar dari liang kemaluan yang masih dimasuki kontol suaminya. (Buat Dirimu Perkasa Dan TAHAN LAMA dengan menggunakan minyak oles tahan lama Al Fiah Original https://tokopedia.link/1Gw1y5Sdfhb di toko RAMUAN_CINTA Rp94.900) “Tuntasin aja bi,” desis Ummu Nida kelelahan. Tubuh lemas Ummu Nida kemudian kembali terguncang-guncang oleh gerakan kontol suaminya. Cukup lama tubuh montok ummu Nida terguncang-guncang sebelum akhirnya suami Ummu Nida menggeram lantas memeluk istrinya erat. Laki-laki bertubuh kurus namun berkontol besar itu membenamkan kontolnya dalam-dalam. Tubuh Ummu Nida tersentak ketika suaminya juga mengeluarkan mani dengan bergelombang di dasar kemaluannya. Ummhat inipun balas memeluk suaminya dengan erat. Kamar yang semula riuh oleh bunyi beradunya dua tubuh yang bersenggama mendadak sunyi. Hanya terdengar dengus nafas keduanya yang masih berpelukan dengan kontol Abu Nida masih tertanam di kemaluan istrinya. Mata Ummu Nida tampak terpejam dnegan senyum tersungging di bibirnya. “Aku mau ke belakang dulu,” kata Abu Nida sambil mencabut kontolnya dari liang kemaluan istrinya. Ummu Nida mengangguk sambil memandang mesra suaminya. Rif’ah yang masih mengintip melalui lubang kunci terkejut mendengar Abu Nida ingin ke WC. Dengan cepat akhwat ini masuk ke kamar tempat dia tidur tanpa menimbulkan suara. Abu Nida ternyata perlu waktu sebelum dia keluar kamar, mungkin dia memakai celana terlebih dulu. Rif’ah yang kini berbaring di pembaringan dalam kamar, mendengar Abu Nida masuk ke kamar mandi dan beberapa saat kemudian suami Ummu Nida ini kembali masuk ke kamarnya. “Main lagi yuk, mi. Ummi belum capek kan,” terdengar suara Abu Nida mengajak istrinya yang membuat Rif’ah berdebar-debar mendengarnya. “Ah..abi besok lagi aja….ummi capek ..tadi sore habis senam sih” jawab Ummu Nida beberapa saat.”Ummi khan nggak semuda dulu…bi” “Ah..ummi khan baru 36 tahun..masih muda”sanggah Abu Nida. “Capek bi….Ummi janji besok malem lagi…yah” Abu Nida tidak menyanggah lagi. Terdengar beberapa suara sebelum kemudian suasana kamar suami istri ini akhirnya terdengar sepi bahkan beberapa saat kemudian, terdengar dengkur lirih Abu Nida. Rif’ah yang gelisah berbaring di kamar sebelah itupun tak berapa lama kemudian akhirnya ikut tertidur Pagi harinya. Rif’ah terbangun ketika mendengar pintu kamar diketuk-ketuk cukup keras oleh seseorang. “Dik Rif’ah, ayo bangun sudah siang”ujar orang yang mengetuk-etuk pintu yang tak lain adalah Ummu Nida. “Ya, ya mbak,” jawab Rif’ah meloncat bangun lantas segera menyambar jilbabnya. Di rumah Ummu Nida, Rif’ah memang harus selalu berjilbab jika di luar kamar karena khawatir terlihat suami Ummu Nida, baru setelah Abu Nida pergi ke kantor, Rif’ah baru bebas membuka jilbabnya. “Kok sampai kesiangan, ayo cepat sana” kata Ummu Nida melihat Rif’ah muncul dari kamar. “Yaa..yaa..mbak” sahut Rif’ah sambil bergegas ke kamar mandi. Begitu di kamar mandi, Rif’ah segera mandi mengguyur tubuhnya karena semalam dia telah bermasturbasi. Ummu Nida yang mendengar suara Rif’ah mandi hanya tersenyum penuh arti. “Kok mandi dik, mimpi apa yah semalam. Kangen sama Faizah ya?” goda Ummu Nida begitu Rif’ah keluar dari kamar mandi. “Ah..nggak mbak…jijik malah ngebayangin Faizah”sergah Rif’ah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alkisah

Aksi kocak ibu dan ayah

Pantasi