Featured Post

Alkisah

Gambar
Kisah nyata Yuli, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Yuli sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat. Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Yuli pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Yuli karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Yuli tentang cinta.. Suatu siang, Yuli sedang mengasuh anaknya di depan ru...

Jilbab part 3

Part 3 Tak sampai setengah bulan kemudian, Rif’ah merasa tidak tahan terhadap paksaan Faizah untuk melayani nafsu seksualnya, sehingga akhwat ini berencana pindah kost. Rupanya Faizah mencium rencana Rif’ah pindah kost sehingga akhwat hitam manis ini menekannya agar tidak meninggalkan kost. Rif’ah yang ketakutan dengan ancaman Faizah akhirnya meminta perlindungan kepada Ummu Nida, mantan Kabid Kewanitaan DPD yang kini Duduk di DPW tingkat propinsi. Di matanya, Ummu Nida adalah seorang ummahat yang keras, tegas dan berani. Ummahat berusia 30an dan telah mempunyai tiga anak itu memang pantas menjadi pemimpin akhwat. Secara fisik Ummu Nida adalah seorang ummahat yang bertubuh besar padahal suaminya bertubuh kurus.Sore itu sepulangnya dari kampus, Rif’ah tidak pulang ke kostnya namun pergi ke tempat Ummu Nida di sebuah perumahan di pinggiran kota. Akhwat ini bertekad untuk menceritakan semua yang telah dilakukannya bersama Faizah sekaligus minta perlindungan dari paksaan Faizah kepadanya. Sesampainya di rumah Ummu Nida, Rif’ah heran ketika melihat beberapa sepeda motor yang terparkir di rumah tersebut. Dilihatnya Abu Nida, suami Ummu Nida sedang duduk di teras bersama anak mereka yang terkecil yang baru berusia 2 tahun. Setelah salam, Rif’ah menanyakan Ummu Nida kepada Abu Nida’ “Masuk aja….lagi pada senam di halaman belakang” Senam? Kening Rif’ah berkerenyit heran. Namun tanpa bertanya-tanya lagi, akhwat ini masuk ke rumah dan langsung ke halaman belakang. Sesampainya di halaman belakang, Rif’ah tertegun karena rupanya senam itu telah selesai ketika dia melihat Ummu Nida dan kurang lebih 15 wanita berpakaian senam yang sexy terlihat duduk kelelahan. Rif’ah terlihat kaget melihat Ummu Nida dan lainnya memakai baju senam yang sexy itu. Rif’ah hampir tidak mengenali para ummahat yang yang memakai pakaian senam yang sexy karena sebelumnya Rif’ah melihat mereka dengan jilbab lebar dan jubah panjang. Kemunculan Rif’ah langsung disambut hangat oleh Ummu Nida dan beberapa ummahat lainnya yang mengenalnya. “Ooo dik Rif’ah, bunga tercantik di DPD datang berkunjung!” seloroh Ummu Nida membuat Rif’ah tersipu-sipu. Rif’ah kemudian bersalaman dengan seluruh ummahat sambil saling menempelkan pipi. “Senam apaan mbak?” tanya Rif’ah. “Senam Ummahat, kalau anti sih nggak perlu, tubuh anti khan masih sexy dan sintal nah kalo kami-kami yang sudah punya anak ini ya harus berupaya agar tubuh-tubuh kami tetap sintal dan menggiurkan bagi suami,” jawab Ummu Nida. “Ah..bisa aja..tubuh mbak juga sintal dan montok” balas Rif’ah sambil memandang sekujur tubuh Ummu Nida yang masih berbalut pakaian senam yang ketat. Ummu Nida memang mempunyai tubuh yang sintal dan montok. Walaupun sudah mempunyai tiga anak, perutnya terlihat rata. Buah dadanya montok mungkin berukuran sekitar 36 ( Buat Payudarami besar dan kencang biar lebih pede, https://tokopedia.link/9LDIAsAcfhb ) dengan pantat yang bahenol. Wanita berkulit kuning langsat yang masih terlihat kencang ini mempunyai wajah yang cukup cantik walaupun sudah tidak terlihat muda lagi. Rif’ah perkirakan usia Ummu Nida sekitar 33 tahun. Melihat Ummu Nida, Rif’ah teringat Faizah. Rif’ah bisa membayangkan reaksi Faizah bila melihat Ummu Nida dalam balutan pakaian senam seperti sore ini. “Tunggu dulu yah, pada mau kemas-kemas” ujar Ummu Nida yang dijawab anggukan Rif’ah. Rif’ah melihat kesibukan Ummu Nida dan ummahat lainnya yang berkemas-kemas. Rif’ah memang baru tahu kalo ada senam Ummahat seperti ini jadi memang bukan isapan jempol kalau ada berita bahwa kebanyakan ummahat mempunyai tubuh yang sintal dan bahenol. Dalam waktu beberapa menit kemudian para ummhat yang semula masih berbalut pakaian senam kini kembali terlihat dengan jubah panjang dan jilbab lebar. Melihat ummahat tersebut kembali memakai pakaian tersebut, Rif’ah baru mengenali dengan jelas satu persatu ummahat yang datang dan rupanya banyak ummahat yang dikenalnya. “Itu guru senamnya?” Tanya Rif’ah kepada Ummu Nida ketika melihat seorang wanita yang tidak berjilbab terlihat sexy dengan jeans dan kaos ketat. “Ya, namanya Venny. Guru senam di sanggar senam dekat kantor. Kita sewa untuk melatih kita” jawab Ummu Nida. Tak lama kemudian rumah Ummu Nida pun kembali sepi, setelah satu persatu ummahat itu pulang ke rumah mereka. “Ada apa dik, kelihatannya banyak masalah. Jadi nginep kan seperti dalam sms tadi?” tanya Ummu Nida. Rif’ah mengangguk. “Nanti malam ya mbak, Rif’ah capek banget.” Ummu Nida mengangguk mengerti, lalu diantarkannya gadis ini ke kamar yang disiapkan. “Nida dan Yasmin lagi liburan di rumah neneknya, jadi dik Rif’ah bisa tidur di kamar ini,” kata Ummu Nida sambil mengantarkan gadis cantik itu ke kamar kedua anaknya. Rif’ah mengangguk dan baru mengerti kenapa sejak tadi tidak melihat Nida dan Yasmin dan hanya melihat anak terkecil Ummu Nida yang digendong Abu Nida di teras.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alkisah

Aksi kocak ibu dan ayah

Pantasi